Sayap Sayap Patah adalah sebuah film drama cerita Indonesia tahun 2022 yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo. Film yang dibintangi Nicholas Saputra dan Ariel Tatum ini diangkat dari peristiwa kerusuhan berdarah di Mako Brimob pada 2018. Film ini ditayangkan serentak di bioskop Indonesia pada 18 Agustus 2022.
Film ini berkisah tentang cinta dua orang pasangan, Aji (Nicholas Saputra) yang berprofesi sebagai anggota Densus 88 dan Nani (Ariel Tatum), istrinya.
Pekerjaan Aji yang selalu berada di depan dalam memberantas terorisme membuat Nani istrinya yang sedang hamil tua cemas.
Rasa cemas ini membuat kandungannya bermasalah, sehingga Nani terpaksa harus tinggal di rumah ibunya di Jakarta karena takut keguguran.
Kabar bahagia datang, Aji dipindah ke Jakarta sekaligus bisa bersama dengan istrinya.
Namun, saat Aji bertugas di hari pertamanya, penjara tempat para teroris ditahan jebol.
Situasi makin memanas dengan termasuk nya Aji sebagai salah satu petugas yang disandera, sedangkan Nani berjuang dengan kelahiran anak pertamanya.
Bagaimana, kamu semakin penasaran kan sama kelanjutannya? Yuk langsung saja tonton Sayap-Sayap Patah di bioskop!
Setelah mengalami penundaan sekitar setahun akibat pandemi, film Disney yang berjudul Jungle Cruise akhirnya resmi dirilis pada 2021 ini. Film garapan Jaume Collet-Serra ini pun mengambil inspirasinya dari sebuah wahana permainan bernama sama yang berada di Disneyland. Film ini pun melibatkan Dwayne Johnson dan Emily Blunt sebagai pemain utamanya.
Sinopsis film Jungle Cruise mengisahkan ilmuwan bernama Dr. Lily Houghton yang ingin mencari Pohon Kehidupan di Amazon yang daunnya bisa menyembuhkan penyakit apapun. Dia pun dibantu oleh Frank Wolf, nahkoda kapal wisata di Amazon yang penuh tipu daya. Namun, petualangan mereka tersebut kerap mendapat gangguan dari pangeran asal Jerman yang juga mencari Pohon Kehidupan.
Film ini pun direncanakan rilis di sejumlah negara pada 30 Juli 2021 melalui bioskop serta akses premier Disney+. Namun, kemungkinan di Indonesia film ini akan ditunda karena adanya PPKM serta belum tersedianya akses premier Disney+. Meski begitu, belum lama ini KINCIR mendapatkan kesempatan spesial dari Disney Indonesia untuk menonton Jungle Cruise lebih awal secara virtual.
Film ini dibuka dengan adegan flashback tatkala pasukan asal Spanyol melakukan ekspedisi di Amazon untuk mencari Pohon Kehidupan demi sebuah kepentingan. Sayangnya, ketika menemukan suku yang menjaga pohon tersebut, mereka melanggar peraturan sehingga dikutuk di hutan tersebut. Hasilnya, keberadaan Pohon Kehidupan pun hanya menjadi mitos belaka yang tak pernah terbukti keberadaannya.
Namun, hal itu enggak menghentikan Dr. Lily Houghton (Emily Blunt) untuk mencari Pohon Kehidupan yang menurutnya akan membawa manfaat besar bagi dunia medis. Berbekal peta pemberian mendiang ayahnya, Lily pun pergi ke Amazon dengan ditemani adiknya, yaitu McGregor Houghton (Jack Whitehall). Sesampainya di sana, mereka mencari sosok skipper atau nahkoda kapal yang tepat untuk petualangan mereka.
Sosok Frank Wolf (Dwayne Johnson) pun akhirnya dipilih sebagai nahkoda mereka meski dia sebenarnya terkesan mencurigakan. Petualangan mereka untuk mencari tanaman itu pun sudah sulit sejak awal karena adanya Prince Joachim yang juga ingin ke Pohon Kehidupan demi kepentingan jahat. Masalah pun semakin runyam tatkala mitologi tentang Pohon Kehidupan dan ancaman yang menyelimutinya terbukti benar.
Buat kalian yang suka dengan film bergenre petualangan, kalian kemungkinan besar akan sangat enjoy sewaktu menyaksikan Jungle Cruise. Soalnya, konsep petualangan dari film ini dikemas dengan cara yang unik sekaligus menyenangkan. Kalau bisa dibilang, sensasi sewaktu menonton film Jungle Cruise mungkin cukup terasa seperti sedang menaiki wahana yang jadi inspirasi filmnya.
Film Jungle Cruise pun bisa dibilang merupakan gabungan dari waralaba Indiana Jones dan juga Pirates of the Caribbean. Pasalnya, film ini memiliki tema petualangan yang sangat kental layaknya Indiana Jones, tapi juga disisipi oleh tema mitologi atau legenda layaknya Pirates of the Caribbean.
Salah satu poin paling positif dari film ini adalah chemistry dari para pemainnya, terutama para pemeran utama, seperti Emily Blunt, Dwayne Johnson, dan Jack Whitehall. Ketiganya bisa dibilang menjadi sosok aktor yang tepat untuk memerankan tiap-tiap karakternya. Selain itu, adegan interaksi dari ketiganya juga selalu mampu menghibur penonton yang tentunya membuktikan bahwa chemistry sangat kuat.
Faktor yang bikin interaksi mereka sangat menghibur adalah karena masing-masing karakternya memiliki kepribadian yang sangat bertolak belakang. Lily yang digambarkan sebagai ilmuwan eksentrik yang berjiwa petualang, Frank si nahkoda yang sinis dan penuh tipu daya, serta McGregor yang penuh rasa takut. Kepribadian itulah yang bikin interaksi mereka hampir selalu berujung kacau, tapi tetap menghibur.
Selain itu, pemasangan Emily Blunt dan Dwayne Johnson sebagai pemeran pria dan wanita utama dari film ini juga terbilang sangat tepat. Sebab, lewat film ini seolah terlahir pasangan duet komedi baru di dunia perfilman pada sosok Blunt dan Johnson. Rasanya akan sangat menarik untuk melihat duet mereka lagi di sejumlah proyek film lainnya.
Villain Utama yang Mencuri Perhatian
Film ini sebenarnya memiliki beberapa antagonis atau villain yang kerap mengacaukan rencana para tokoh utama. Namun, villain yang paling mencuri perhatian adalah sosok Prince Joachim yang diperankan oleh aktor Jesse Plemons. Dia pun digambarkan sebagai pemimpin tentara Jerman yang penuh ambisi dan ingin menggunakan daun dari Pohon Kehidupan untuk hal yang jahat.
Pada awal filmnya, Prince Joachim terkesan seperti penjahat yang bertindak dengan tenang dan penuh perencanaan. Namun, seiring filmnya berjalan, dia justru terkesan seperti villain “gila” yang rela melakukan apapun demi mencapai tujuannya. Plemons pun terbilang sukses menggambarkan dua sisi dari Prince Joachim dengan sangat apik dan tentunya tetap menghibur.
Komedi yang Bikin Adegan Jadi Kurang Menegangkan
Seperti yang sudah dibahas di sejumlah poin sebelumnya, Jungle Cruise lekat dengan predikat sebagai film yang menghibur dan menyenangkan. Hal ini pun tak terlalu mengherankan, karena di hampir selalu ada unsur komedi di setiap adegannya, termasuk momen klimaks sekalipun. Menurut KINCIR hal inilah yang menjadi salah satu poin negatif yang cukup terasa dari Jungle Cruise.
Soalnya, banyaknya unsur komedi yang dihadirkan di hampir setiap adegannya tersebut membuat momen klimaks menjadi kehilangan nuansa ketegangannya. Salah satunya adalah momen yang dialami oleh Prince Joachim menjelang filmnya berakhir yang seharusnya terkesan mengenaskan. Namun, karena dialog dari salah satu tokohnya, adegan tersebut justru lebih terkesan lucu ketimbang mengenaskan.
Hal ini tentunya cukup disayangkan dengan konsep yang diusung oleh Jungle Cruise. Pasalnya, dengan tema mitologi yang turut diangkat, sebenarnya film ini juga bisa memiliki nuansa yang menegangkan atau bahkan terkesan horor pada beberapa adegan tertentu. Namun, lagi-lagi perlu diingat bahwa film ini diproduksi oleh Disney yang dikenal “ramah anak” dan memang diperuntukkan buat penonton 13 tahun ke atas.
Secara garis besar, Jungle Cruise akan cocok buat kalian yang suka film petualangan atau butuh tontonan yang sangat ringan dan penuh komedi.
Nah, apakah kalian jadi semakin antusias untuk nonton film Jungle Cruise setelah membaca ulasan VISREVIEW di atas? Share pendapat kalian di bawah dan ikuti terus VISREVIEW untuk review menarik seputar film lainnya, ya!